Temui Kemenperin RI, Bupati Inhil Perjuangan Harga Jual Kelapa Petani
KILASRIAU.com, JAKARTA - Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Haji Herman, menyampaikan aspirasi masyarakat kelapa saat bertemu dengan jajaran Kementerian Perindustrian RI di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Dalam pertemuan itu, Haji Herman menegaskan pentingnya membuka akses ekspor kelapa secara luas sebagai solusi jangka panjang atas keterpurukan harga yang selama ini menghantui petani.
“Selama 47 tahun, masyarakat kami menderita karena harga kelapa yang sangat rendah. Tanpa ekspor, harga paling tinggi hanya Rp2.000 per butir. Itu menyakitkan bagi petani,” ungkap Haji Herman, Rabu (7/5/2025).
- Wabup Yuliantini Tinjau Open House Lelang Kendaraan Dinas Pemkab Inhil, Ajak Masyarakat Manfaatkan Kesempatan Secara Terbuka
- Kemnaker: Seleksi Wawancara Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Berlangsung Hingga 15 Juli 2026
- Wabup Inhil Tekankan Optimalisasi Verifikasi Data dalam Program BSPS, Demi Tersedianya Rumah Layak Huni untuk Masyarakat
- TP PKK Inhil Raih Penghargaan Nasional Imunisasi Zero Dose pada Puncak HKG PKK ke-54
- Buka Musda IV PKDP Inhil, Pemkab Dorong Peran Organisasi Perkuat Persatuan dan Dukung Pembangunan Daerah
Pembukaan kran ekspor, lanjutnya, menjadi angin segar yang langsung disambut antusias oleh masyarakat Inhil. Menurutnya, ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi soal keadilan ekonomi bagi daerah penghasil.
“Hari ini masyarakat mulai merasakan perhatian. Harga kelapa naik, dan harapan tumbuh kembali,” ujarnya.
Namun Haji Herman mengingatkan, keberlanjutan harga kelapa bergantung pada konsistensi kebijakan ekspor. Maka dari itu Haji Herman berharap kran ekspor kelapa terus dibuka agar terjadi persaingan pasar dan menghindari monopoli harga dari perusahaan.
“Yang jadi persoalan, apakah harga ini bisa bertahan kalau ekspor ditutup lagi?. Kuncinya, ekspor harus dibuka seluas-luasnya," terangnya.
Dalam audiensi tersebut, Haji Herman juga menekankan pentingnya hilirisasi industri kelapa.
Ia mendorong Kemenperin untuk tidak hanya mendukung ekspor bahan mentah, tetapi juga membantu membuka pasar untuk produk turunan, termasuk dari sabut dan tempurung kelapa.
“Dulu kami sempat dapat bantuan mesin, tapi pangsa pasar belum terbentuk. Sekarang, investor mulai datang. Ini peluang yang tidak boleh lewat,” jelasnya.
Bupati Herman juga memaparkan target pembangunan infrastruktur penunjang seperti tanggul dan normalisasi saluran distribusi untuk perbaikan perkebunan kelapa masyarakat. Termasuk upaya dan strategi peningkatan daya saing kelapa Inhil di pasar global.
“Kami ingin membangun sistem yang kuat, dari hulu ke hilir. UMKM desa dan kecamatan harus terlibat dalam rantai nilai ini. Ekspor bukan tujuan akhir, tapi pintu menuju kesejahteraan masyarakat kami,” tutupnya.

Tulis Komentar